Tampilkan postingan dengan label Buah Segar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah Segar. Tampilkan semua postingan

Kandungan Gizi Srikaya - Sugar Apple


Srikaya atau buah nona (Annona squamosa), adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis.
Buah ini lebih sering kita jumpai di supermarket dalam betuk selai (selai srikaya) dibanding buahnya sendiri. 
Buah srikaya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak (serupa sirsak). Daging buahnya berwarna putih.
Termasuk semak semi-hijau abadi atau pohon yang meranggas mencapai 8 m tingginya. Daunnya berselang, sederhana, lembing membujur, 7-12 cm panjangnya, dan berlebar 3-4 cm. Bunganya muncul dalam tandan sebanyak 3-4, tiap bunga berlebar 2-3 cm, dengan enam daun bunga/kelopak, kuning-hijau berbintik ungu di dasarnya.

Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Magnoliids
Ordo: Magnoliales
Famili: Annonaceae
Genus: Annona
Spesies: A. squamosa          

 Nama umum
Indonesia:Srikaya, sirkaya, sarikaya, atis
Inggris:Sugar Apple
Melayu:Nona Sri Kaya, Buah Nona, Sri Kaya
Vietnam:Na, Mang Cau Ta
Thailand:Noi Na
Pilipina:Atis




Buahnya biasanya bundar atau mirip kerucut cemara, berdiameter 6-10 cm, dengan kulit berbenjol dan bersisik. Daging buahnya putih, menyerupai dan memiliki rasa seperti podeng.

Srikaya kaya akan energi makanan dan merupakan sumber zat besi yang baik.

Kandungan Gizi Srikaya
Melayani Ukuran 100 gr (100 g)


Jumlah per Porsi
Kalori 79 dari Lemak 1.80

% Nilai harian*
Total Lemak 0.20 g 0.3 %
  Lemak Jenuh 0.000 g 0.0 %
Kolesterol 0 mg 0.0 %
Sodium 3 mg 0.1 %
Total Karbohidrat 20.20 g 6.7 %
  Diet Serat 2.2 g 8.8 %
Protein 1.20 g 2.4 %

  Vitamin C115.0 %
  Vitamin B1 Thiamin1.3 %
  Vitamin B2 Riboflavin2.4 %
  Vitamin B3 Niasin4.5 %
  Vitamin B5 Asam Pantotenat acid1.8 %
  Vitamin B64.0 %
  Kalsium2.1 %
  Besi2.8 %
  Kalium7.1 %
  Fosfor2.3 %
  Magnesium2.5 %
  Seng0.7 %
  Tembaga3.5 %
  Mangan4.0 %
  C Sistein3.4 %
  F Fenilalanin3.4 %
  I Isoleusin3.4 %
  K Lisin3.4 %
  L Leusin2.6 %
  M Metionin2.3 %
  T Treonin4.0 %
  Tirosin2.7 %
  V Valin3.0 %
  W Triptofan4.3 %
* Nilai Persen harian berdasarkan diet 2.000 kalori. Nilai harian Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori Anda.
Jumlah total lemak Kurang dari 65g
Lemak jenuhKurang dari 20g
KolesterolKurang dari 300mg
Sodium Kurang dari 2,400mg
Jumlah Karbohidrat 300g
Diet Serat25g
sumber : http://manycalories.com/id


Kandungan Gizi Buah Kesemek - Persimmon

Kesemek adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Diospyros. Tanaman ini dikenal pula dengan sebutan buah kaki, atau dalam bahasa Inggris dinamai Oriental (Chinese/Japanese) persimmon. Nama ilmiahnya adalah Diospyros kaki. (‘Kaki’, bahasa Jepang, adalah nama zat tanin yang dihasilkan buah ini).

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Ericales
Famili: Ebenaceae
Genus: Diospyros
Spesies: D. kaki


Kesemek selain dikenal sebagai buah kaki juga disebut sebagai Semek, Buah Samak, dan Tasmak (Bahasa Banjar). Kesemek berasal dari Republik Rakyat Cina, yang kemudian menyebar ke Jepang pada zaman purba dan dikembang biakkan di sana. Belakangan buah ini menyebar ke bagian lain Asia, dan pada masa kolonial di tahun 1800an dibawa ke Eropa selatan dan Amerika (Kalifornia).




Di Indonesia, Malaysia dan Thailand, produksi kesemek umumnya hanya cukup untuk konsumsi lokal. Sumatera Utara, khususnya wilayah Brastagi, di waktu lalu pernah secara tetap mengirimkan kesemek untuk Singapura; namun kini terhenti karena kualitasnya terdesak oleh kesemek produk negara-negara lain. Tempat-tempat lain di Indonesia yang menghasilkan kesemek di antaranya adalah Jawa Barat dan Jawa Timur, di mana buah ini ditanam pada daerah-daerah tinggi di pegunungan.

Di Indonesia buah ini kadang dinamakan Buah Genit, karena seperti memakai bedak putih bagai seorang wanita genit...

 

Kandungan Gizi Buah Kesemek
Melayani Ukuran 100 gr (100 g)


Jumlah per Porsi
Kalori 65 dari Lemak 2.70

% Nilai harian*
Total Lemak 0.30 g 0.5 %
  Lemak Jenuh 0.100 g 0.5 %
Kolesterol 0 mg 0.0 %
Sodium 2 mg 0.1 %
Total Karbohidrat 17.00 g 5.7 %
  Diet Serat 1.8 g 7.2 %
Protein 0.50 g 1.0 %

  Vitamin C60.0 %
  Vitamin B1 Thiamin4.0 %
  Vitamin B2 Riboflavin3.5 %
  Vitamin B3 Niasin3.0 %
  Vitamin B5 Asam Pantotenat acid1.6 %
  Vitamin B66.5 %
  Kalsium1.0 %
  Besi0.6 %
  Kalium4.5 %
  Fosfor1.1 %
  Magnesium2.3 %
  Tembaga5.5 %
  Mangan1.5 %
  F Fenilalanin1.9 %
  I Isoleusin1.3 %
  K Lisin2.0 %
  L Leusin1.1 %
  M Metionin1.0 %
  T Treonin1.8 %
  Tirosin1.1 %
  V Valin1.4 %
  W Triptofan2.9 %
* Nilai Persen harian berdasarkan diet 2.000 kalori. Nilai harian Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori Anda.
Jumlah total lemak Kurang dari 65g
Lemak jenuhKurang dari 20g
KolesterolKurang dari 300mg
Sodium Kurang dari 2,400mg
Jumlah Karbohidrat 300g
Diet Serat25g
sumber : http://manycalories.com/id

Kandungan Gizi Buah Sukun

Sukun adalah nama sejenis pohon dan sekaligus buahnya. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, yang mirip roti setelah dimasak atau digoreng. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai "buah roti" (Inggris.: breadfruit; Belanda.: broodvrucht, dll.).

Bakkara, begitulah sukun dikenal di daerah Sulawesi Selatan, merupakan buah yang biasa diolah menjadi gorengan yang selalu laku di jual, dikarenakan harganya yang relatif murah. Buah sukun (Artocarpus communis) merupakan bahan pangan alternatif yang kini mulai cukup populer dan dikembangkan diberbagai daerah.  Buah sukun segar bisa langsung dimanfaatkan sebagai bahan pangan, lazimnya yaitu dengan cara menggoreng daging buahnya.  Agar dapat disimpan lebih lama sebagai bahan pangan, buah sukun dapat diolah menjadi gaplek sukun, tepung sukun, pati sukun, atau tapai sukun, dll.  Dengan adanya bahan-bahan dasar tersebut, maka aneka panganan dengan bahan baku buah sukun dapat dibuat dan dinikmati setiap saat.

Sukun sesungguhnya adalah kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata "sukun" dalam bahasa Jawa berarti "tanpa biji" dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian. "Moyangnya" yang berbiji (dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai timbul, kulur (bahasa Sunda), atau kluwih (bahasa Jawa). Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti kuru, ulu, atau uru. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus altilis.

Kerajaan: Plantae
Filum: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rosales
Famili: Moraceae
Genus: Artocarpus
Spesies: A. altilis - Artocarpus altilis

Buah Sukun yang sekilas kulitnya mirip buah Nangka

Buah Sukun dan pohon Sukun
 
Sukun sudah lama dikenal di tengah masyarakat Indonesia. Buahnya biasa digoreng dibuat keripik, atau direbus sebagai makanan kecil. Harganya yang tidak mahal menjadikannya makanan kecil yang banyak dijajakan.

Buah sukun (tak berbiji) merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat di pelbagai kepulauan di daerah tropik, terutama di Pasifik dan Asia Tenggara. Sukun dapat dimasak utuh atau dipotong-potong terlebih dulu: direbus, digoreng, disangrai atau dibakar. Buah yang telah dimasak dapat diiris-iris dan dikeringkan di bawah matahari atau dalam tungku, sehingga awet dan dapat disimpan lama.
Di pulau-pulau Pasifik, kelebihan panen buah sukun akan dipendam dalam lubang tanah dan dibiarkan berfermentasi beberapa minggu lamanya, sehingga berubah menjadi pasta mirip keju yang awet, bergizi dan dapat dibuat menjadi semacam kue panggang. Sukun dapat pula dijadikan keripik dengan cara diiris tipis dan digoreng.

Sukun dapat menghasilkan buah hingga 200 buah per pohon per tahun. Masing-masing buah beratnya antara 400-1200 gr, namun ada pula varietas yang buahnya mencapai 5 kg. Nilai energinya antara 470-670 kJ per 100 gram. Tidak mengherankan bila sukun menarik minat para penjelajah Barat, yang kemudian mengimpor tanaman ini dari Tahiti ke Amerika tropis (Karibia) pada sekitar akhir 1780an untuk menghasilkan makanan murah bagi para budak di sana.

Kandungan Gizi Buah Sukun
Melayani Ukuran 100 gr (100 g)


Jumlah per Porsi
Kalori 103 dari Lemak 1.80

% Nilai harian*
Total Lemak 0.20 g 0.3 %
  Lemak Jenuh 0.100 g 0.5 %
Kolesterol 0 mg 0.0 %
Sodium 2 mg 0.1 %
Total Karbohidrat 27.10 g 9.0 %
  Diet Serat 4.9 g 19.6 %
Protein 1.10 g 2.2 %

  Vitamin C48.3 %
  Vitamin B1 Thiamin6.0 %
  Vitamin B2 Riboflavin1.8 %
  Vitamin B3 Niasin4.0 %
  Vitamin B5 Asam Pantotenat acid5.6 %
  Vitamin B615.0 %
  Kalsium1.7 %
  Besi2.8 %
  Kalium14.0 %
  Fosfor3.0 %
  Magnesium6.3 %
  Seng0.7 %
  Tembaga4.0 %
  Mangan3.0 %
  C Sistein1.7 %
  F Fenilalanin3.0 %
  I Isoleusin4.6 %
  K Lisin1.8 %
  L Leusin2.4 %
  M Metionin1.9 %
  T Treonin5.0 %
  Tirosin2.2 %
  V Valin2.6 %
  W Triptofan10.7 %
* Nilai Persen harian berdasarkan diet 2.000 kalori. Nilai harian Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori Anda.
Jumlah total lemak Kurang dari 65g
Lemak jenuhKurang dari 20g
KolesterolKurang dari 300mg
Sodium Kurang dari 2,400mg
Jumlah Karbohidrat 300g
Diet Serat25g
source : http://manycalories.com/id

Kandungan Gizi Melinjo - Belinjo

Di Indonesia mendengar kata Melinjo, Belinjo, Tangkil atau Muling, mungkin kita langsung berpikir tentang Sayur Asem dan Emping. Kulinari Indonesia yang berhubungan dengan Melinjo memang paling populer adalah Sayur Asem(sour vegetables soup) dan Emping.

Biji Melinjo yang terbungkus Aril

Biji Melinjo dalam Sayur Asem
Biji Melinjo masih dalam pohon

Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalah suatu spesies tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal dari Asia tropik, melanesia, dan Pasifik Barat. 

Melinjo dikenal pula dengan nama belinjo, mlinjo (bahasa Jawa), tangkil (bahasa Sunda) atau bago (bahasa Melayu dan bahasa Tagalog), Khalet (Bahasa Kamboja), muling (Aceh), peesae (Pattani Malay), dae (Kwara'ae), phakmiang (Thailand) dan bét, rau bép, rau danh atau gắm (Vietnam).

Melinjo banyak ditanam di pekarangan sebagai peneduh atau pembatas pekarangan dan terutama dimanfaatkan buah dan daunnya. Berbeda dengan anggota Gnetum lainnya yang biasanya merupakan liana, melinjo berbentuk pohon.

Melinjo jarang dibudidayakan secara intensif. Kayunya dapat dipakai sebagai bahan papan dan alat rumah tangga sederhana. Daun mudanya (disebut sebagai so dalam bahasa Jawa) digunakan sebagai bahan sayuran (misalnya pada sayur asem). Bunga (jantan maupun betina) dan bijinya yang masih kecil-kecil (pentil) maupun yang sudah masak dijadikan juga sebagai sayuran. Biji melinjo juga menjadi bahan baku emping. Kulitnya bisa dijadikan abon kulit melinjo.

Kandungan Nutrisi

Penelitian yang sudah dilakukan pada melinjo menujukkan bahwa melinjo menghasilkan senyawa antioksidan.Aktivitas antioksidan ini diperoleh dari konsentrasi protein tinggi, 9-10 persen dalam tiap biji melinjo. Protein utamanya berukuran 30 kilo Dalton yang amat efektif untuk menghabisi radikal bebas yang menjadi penyebab berbagai macam penyakit.

Selain itu melinjo juga merupakan antimikroba alami. Itu artinya protein melinjo juga bisa dipakai sebagai pengawet alami makanan sekaligus obat baru untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri.Peptida yang diisolasi dari biji melinjo diindikasikan punya potensi aktif menghambat beberapa jenis bakteri gram positif dan negatif.

Kandungan Gizi buah Melinjo/belinjo 100 gr
sumber : http://manycalories.com/id


Jumlah per Porsi
Kalori 47 dari Lemak 0.90

% Nilai harian*
Total Lemak 0.10 g 0.2 %
  Lemak Jenuh 0.000 g 0.0 %
Kolesterol 0 mg 0.0 %
Sodium 0 mg 0.0 %
Total Karbohidrat 11.80 g 3.9 %
  Diet Serat 2.4 g 9.6 %
Protein 0.90 g 1.8 %

  Vitamin C88.3 %
  Vitamin B1 Thiamin6.0 %
  Vitamin B2 Riboflavin2.4 %
  Vitamin B3 Niasin1.5 %
  Vitamin B5 Asam Pantotenat acid2.5 %
  Vitamin B63.0 %
  Kalsium4.0 %
  Besi0.6 %
  Kalium5.2 %
  Fosfor1.4 %
  Magnesium2.5 %
  Seng0.7 %
  Tembaga2.5 %
  Mangan1.5 %
  C Sistein1.9 %
  F Fenilalanin3.5 %
  I Isoleusin1.8 %
  K Lisin2.2 %
  L Leusin0.8 %
  M Metionin3.8 %
  T Treonin1.4 %
  Tirosin1.8 %
  V Valin2.2 %
  W Triptofan3.2 %
* Nilai Persen harian berdasarkan diet 2.000 kalori. Nilai harian Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori Anda.
Jumlah total lemak Kurang dari 65g
Lemak jenuhKurang dari 20g
KolesterolKurang dari 300mg
Sodium Kurang dari 2,400mg
Jumlah Karbohidrat 300g
Diet Serat25g

Blackberry : Nilai Gizi Nutrisi dalam buah blackberry liar



Blackberry ini adalah buah hasil dari salah satu dari beberapa spesies dalam genus Rubus dari keluarga Rosaceae.

Budidaya terjadi di negara bagian Oregon yang terletak di Amerika Serikat. Tercatat pada tahun 1995 dan 2006: 6.180 hektar (25 km2) menjadi 6.900 hektar (28 km2) blackberry, memproduksi 42,6-41.500.000 pound, membuat Oregon produsen blackberry terkemuka di dunia.

Blackberry merupakan buah lunak, populer untuk digunakan dalam makanan pencuci mulut, selai, jeli tanpa biji dan kadang-kadang dijadikan "wine". Blackberry juga sering dicampur dengan apel untuk kue.

Karena ada bukti forensik dari Zaman Besi Perempuan Haraldskær mengkonsumsi blackberry 2500 tahun yang lalu, maka wajar untuk menyimpulkan bahwa blackberry telah dimakan oleh manusia selama ribuan tahun.

Ekstrak tanaman ini kaya akan anthrocyanin, flavonoid, dan senyawa fenol. Blackberry juga mempunyai kemampuan menyerap radikal oksigen (ORAC) melawan radikal perosokil, superoksida, hidrogen peroksida, radikal hidroksil, dan singlet oksigen.

Blackberry yang terkenal karena kandungan gizi yang tinggi serat, vitamin C, vitamin K, asam folat - vitamin B, dan mineral esensial, mangan.

Nilai Gizi Nutrisi dalam blackberry liar per 100 gram Nutrisi dalam blackberry liar - % Nilai Harian
Energi 43 kkal
Fiber, total diet 5,3 g - 21%
Gula, total 4,9 g
Kalsium, Ca 29 mg  - 3%
Magnesium, Mg 20 mg  - 5%
Mangan, Mn 0,6 mg  - 32%
Tembaga, Cu 0,2 mg  - 8%
Kalium, K 162 mg  - 5%
Sodium, Na 1 mg  - 0%
Vitamin C, asam askorbat 21 mg total  - 35%
Vitamin A, IU 214 IU  - 4%
Vitamin K, mg 20 mg  - 25%
Asam folat, mg 36 mg  - 9%
Carotene, beta 128 mg  - ne
Lutein + zeaxanthin 118 mg  - ne

ne: Harian Nilai tidak ditetapkan

sumber :

Kandungan Gizi buah Cempedak, Chempedak, chempedek

  
Cempedak, Chempedak, chempedek adalah tanaman buah-buahan dari famili Moraceae. Bentuk buah, rasa dan keharumannya seperti nangka, meski aromanya kerap kali menusuk kuat mirip buah durian. Kadang Cempedak diberi nama ugly cousin of the jackfruit (kemenakan jelek nangka, karena memang sekilas mirip nangka yang buruk). Cempedak memiliki kadar antioksidan menengah. (lihat daftar kandungan antioksidan pada buah-buahan)

Nama umum  : Cempedak, Moraceae, Chempedak, Artocarpus champeden
Nama Etnis : Cempedak (Indonesia), Bankong (Malaysia), Champada (Thailand), Mit to nu (Vietnam), baroh (Kep. Lingga dan Johor), nangka beurit (Sunda), nongko cino (Jawa), tiwadak (Banjar)
Nama Ilmiah : Artocarpus integer

Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, dan menyebar luas mulai dari wilayah Tenasserim di Burma, Semenanjung Malaya termasuk Thailand, dan sebagian Kepulauan Nusantara: Sumatra, Borneo, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua. Juga banyak didapati di Jawa bagian barat.

Pohon yang selalu hijau, sedang besarnya, tingginya dapat mencapai 20 m meski kebanyakan hanya belasan meter. Ranting-ranting dan pucuk dengan rambut halus dan kaku, kecoklatan. Berumah satu (monoecious).
Buah cempedak

Daun tipis agak kaku seperti kulit, bertangkai, bulat telur terbalik sampai jorong, 2,5-5 × 5-25 cm, bertepi rata (integer, utuh), dengan pangkal berbentuk pasak sampai membulat, dan ujung meruncing (acuminate). Tangkai daun 1-3 cm. Daun penumpu bulat telur memanjang, meruncing, berambut kawat, mudah rontok dan meninggalkan bekas berupa cincin pada ranting.

Perbungaan sendiri-sendiri, muncul di ketiak daun, pada cabang besar atau pada batang utama (cauliflory), pada pucuk pendek khusus yang berdaun. Karangan bunga jantan berbentuk bongkol seperti gada atau gelendong, 1 × 3-5,5 cm, hijau pucat atau kekuningan, bertangkai 3-6 cm. Bongkol bunga betina berbentuk gada memanjang, dengan bunga-bunga yang tertancap sedalam 1,5 mm dalam poros bongkol dan bagian bebas sekitar 3 mm.

Buah semu majemuk (syncarp) berbentuk silinder sampai bulat, 10-15 × 20-35 cm, kehijauan, kekuningan sampai kecoklatan, dengan tonjolan piramidal serupa duri lunak yang rapat atau licin berpetak-petak dengan mata faset. 'Daging buah' sesungguhnya adalah perhiasan bunga yang membesar dan menebal, putih kekuningan sampai jingga, manis dan harum, bertekstur lembut, licin berlendir di lidah dan agak berserat. Tidak seperti nangka, keseluruhan massa daging buah beserta bunga-bunga steril atau gagal (dikenal sebagai 'dami') mudah lepas dari poros ('hati') buah semu apabila masak. Biji bulat gepeng atau memanjang, 2-3 cm.

Kandungan Gizi Cempedak, Chempedak, chempedek dalam 100 gram.

Vitamins (Per 100 g)
Vitamin A 200 SI
Vitamin B1
thiamine)
0.01 mg
Vitamin C
(Ascorbic Acid)
15 mg
Minerals ( Per 100 g)
Carbohydrate 28.6 g
Calcium 20 mg
Phosphorous 30 mg
Iron 1.5 mg
Energy 116 [kcal]
Protein 3.0 g
Fat 0.4 g
Kandungan gizi, Source: Directorate Nutrition Department of Health (1992)

Kandungan Gizi Buah Lengkeng mentah dan dikeringkan




Lengkeng merupakan buah musiman. Buah ini biasanya dijual lengkap dengan tangkainya dan biaanya dibungkus dengan "jala".

Lengkeng (juga disebut kelengkeng, matakucing, atau longan, Dimocarpus longan, suku lerak-lerakan atau Sapindaceae) adalah tanaman buah-buahan yang berasal dari daratan Asia Tenggara.

Nama lain :
Buah ini dikenal sebagai lengkeng atau Longyan dalam bahasa Inggris, di Cina disederhanakan: 龙眼; tradisional Cina: 龙眼; Mandarin Pinyin: lóngyǎn; Jyutping: lung ngaan; harfiah "naga mata", dalam bahasa Vietnam: Long Nhan / Nhan, dalam bahasa Melayu: kucing mata, di Sinhala: Mora atau lengkeng, di Thailand: Yai Lam ลำไย, di Filipina: Lengkeng.

Pohon lengkeng dapat mencapai tinggi 40 m dan diameter batangnya hingga sekitar 1 m.

Berdaun majemuk, dengan 2-4(-6) pasang anak daun, sebagian besar berbulu rapat pada bagian aksialnya. Tangkai daun 1-20 cm, tangkai anak daun 0,5-3,5 cm. Anak daun bulat memanjang, panjang lk. 1-5 kali lebarnya, bervariasi 3-45 × 1,5-20 cm, mengertas sampai menjangat, dengan bulu-bulu kempa terutama di sebalah bawah di dekat pertulangan daun.

Perbungaan umumnya di ujung (flos terminalis), 4-80 cm panjangnya, lebat dengan bulu-bulu kempa, bentuk payung menggarpu. Mahkota bunga lima helai, panjang hingga 6 mm.

Buah bulat, coklat kekuningan, hampir gundul; licin, berbutir-butir, berbintil kasar atau beronak, bergantung pada jenisnya. Daging buah (arilus)tipis berwarna putih dan agak bening. Pembungkus biji berwarna coklat kehitaman, mengkilat. Terkadang berbau agak keras.

Buah-buah ini terutama dimakan dalam keadaan segar. Buah lengkeng, terutama yang berdaging tebal dan besar, dikalengkan dalam sari buahnya di Thailand, Taiwan dan Tiongkok, baik ditambah gula maupun tidak. Lengkeng juga dikeringkan, untuk dijadikan bahan pembuat minuman penyegar.

Seperti halnya lerak, biji lengkeng yang mengandung saponin kadang-kadang dimanfaatkan untuk mencuci rambut. Biji, buah, daun dan bunga lengkeng juga digunakan sebagai bahan obat tradisional, terutama dalam ramuan Tiongkok. Daunnya mengandung quercetin dan quercitrin.

Kayu lengkeng dan kayu bedaro(Dimocarpus malayensis) merupakan kayu yang cukup baik untuk konstruksi ringan dalam rumah dan bahan perkakas.

Kandungan Gizi Lengkeng - Kelengkeng per100 gram :
kalori 60 kcal
15 grams karbohidrat
1.3 grams protein
1.1 gram serat
83 grams air
Vitamin B1 (Thiamine) 0,031 mg
Vitamin B2 (riboflavin) 0,14 mg
Vitamin B3 (Niasin) 0,3 mg
Vitamin C 84 mg
Kalsium 1 mg
Besi 0,13 mg
Mangan 0,05 mg
Magnesium 10 mg
Fosfor 21 mg
Kalium 266 mg
Seng 0,05 mg

Kandungan Gizi Lengkeng - Kelengkeng per100 gram dikeringkan :
Kalori 285 kcal
74 grams karbohidrat
5 grams Protein
0.4 gram Lemak
17.6 gram air
Vitamin B1 (tiamin) 0,04 mg
Vitamin B2 (Riboflavin) 0,5 mg
Vitamin B3 (Niasin) 1 mg
Vitamin C 28 mg
Kalsium 45 mg
Besi 5.4 mg
Mangan 0,248 mg
Magnesium 46 mg
Fosfor 196 mg
Kalium 658 mg
Seng 0,22 mg
sumber : http://www.buzzle.com/articles/longan-nutrition-facts.html

Nilai Kandungan Gizi Sirsak - Soursop



Sirsak (Annona muricata L.) , nama lain :
  • Bahasa Inggris: Brazilian pawpaw, soursop, prickly custard apple, Soursapi
  • Spanyol: guanábana, guanábano, Anona, catche, catoche, catuche, zapote Agrio
  • Chamorro: syasyap laguaná, laguana, laguanaha,
  • Jerman: stachliger Sauersack, Stachelannone, Anona, flashendaum, anone stachel,
  • Fiji: sarifa, seremaia
  • Perancis: anone muriquee, cachiman épineux, épineux corossol, anone, cachiman épineux, caichemantier, coeur de Boeuf, corossol, corossolier, epineux
  • Melayu: Durian Belanda
  • Māori: kātara'apa, papa'ā kātara'apa, naponapo taratara
  • Belanda: zuurzak
  • Portugis: Graviola, araticum-grande, araticum-manso, coração-de-rainha, Jaca-de-pobre, Jaca-do-Pará, Anona, curassol, Graviola, pinha azeda
  • Samoa: sanalapa, sasalapa, sasalapa
  • Tahitian: tapotapo papa'a, tapotapo urupe
  • Vietnam: Mang cau Xiêm, Mang cau gai
Pertama kali Saya makan Sirsak dalam bentuk Juice. Beberapa hari kemudian Saya mencoba buah Sirsak itu sendiri, rasanya Sya lebih suka dalam Bentuk Juice. Kontur buahnya yang agak lembek membuat Saya kurang menyukainya.

Sirsak,adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris (Madura), srikaya jawa (Bali), deureuyan belanda (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung). Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.

Tanaman ini ditanam secara komersial untuk diambil daging buahnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat, paling baik ditanam di daerah yang cukup berair. Nama sirsak sendiei berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang .

Tanaman ini ditanam secara komersial atau sambilan untuk diambil buahnya. Pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter. Di Indonesia sirsak dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut.

Buah sirsak bukan buah sejati, yang ukurannya cukup besar hingga 20-30cm dengan berat mencapai 2,5 kg. Yang dinamakan "buah" sebenarnya adalah kumpulan buah-buah (buah agregat) dengan biji tunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah. Daging buah sirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam. Buah ini sering digunakan untuk bahan baku jus minuman serta es krim. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang cukup banyak. Bijinya beracun, dan dapat digunakan sebagai insektisida alami, sebagaimana biji srikaya.

Nilai Kandungan Gizi Sirsak - Soursop
Per 100g bagian dapat dimakan :
Kalori 65
Protein 1,0 g
Lemak 0.95g
Karbohidrat 16.5g
Serat 3,2 g
Ash 58g
Kalsium 10.3 mg
Fosfor 26.9 mg
Kalium 270 mg
Besi 0,64 mg
Vitamin A 2 IU
Vitamin C 28,5 mg
Tiamin 0.10 mg
Riboflavin 0,06 mg
Niacin 1.3 mg
Tryptophan 11 mg
Metionin 8 mg
Lysine 60 mg

Nilai Kandungan Gizi Markisa - Passion fruit - Passiflora edulis

 

Markisa - Passion fruit - Passiflora edulis, di Indonesia lebih sering dijual dalam bentuk sirup atau juice. Buah ini jarang kita temui dipenjaja buah dipinggir jalan, karena bersifat musiman.

Markisa (Portugis: maracujá; Spanyol: maracuyá) tergolong ke dalam tanaman genus Passiflora, berasal dari daerah tropis dan sub tropis di Amerika.

Di Indonesia terdapat dua jenis markisa, yaitu markisa ungu (passiflora edulis) yang tumbuh di dataran tinggi, dan markisa kuning (passiflora flavicarva) yang tumbuh di dataran rendah. Sementara itu, ada pula varian markisa yang tumbuh di daerah Sumatera Barat yang disebut sebagai markisa manis (passiflora edulis forma  flavicarva)

lihat juga Manfaat Kesehatan & Gizi Makan Buah Markisa

Markisa (Passiflora edulis), segar,
Nilai Kandungan Gizi Markisa per 100 g.
(Sumber: USDA National Nutrient data base) Prinsip Nilai Gizi Persentase AKG
Energi 97 Kcal 5%
Karbohidrat 23,38 g 18%
Protein 2,20 g 4%
Total Lemak 0,70 g 3%
Kolesterol 0 mg 0%
Serat Diet 10,40 g 27%
Vitamin
Folates 14 mcg 3%
Niacin 1,500 mg 9%
0,100 mg pyridoxine 8%
Riboflavin 0,130 mg 10%
Thiamin 0,00 mg 0%
Vitamin A 1274 IU 43%
Vitamin C 30 mg 50%
Vitamin E 0,02 mcg <1%
Vitamin K 0,7 mg 0,5%
Elektrolit
Sodium 0 mg 0%
Kalium 348 mg 7%
Mineral
Kalsium 12 mg 1,2%
Tembaga 0,086 mg 9,5%
Besi 1,60 mg 20%
Magnesium 29 mg 7%
Fosfor 68 mg 10%
Selenium 0.6 mcg 1%
Seng 0,10 mcg 1%
Phyto-nutrisi
ß-karoten 743 mcg -
Crypto-xanthin-ß 41 mcg -
Lycopene 0 mcg -

Kandungan Gizi Ceremai


Cerme, cereme atau ceremai adalah nama sejenis pohon dengan buah yang sama namanya. Buah yang masam ini dikenal pula dengan nama-nama lain seperti ceremoi (Aceh), chermai (Mal.), karmay (Ilokano, Fil.), mayom (Thai.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris dinamai Otaheite gooseberry, Malay gooseberry dan beberapa sebutan yang lain. Nama ilmiahnya adalah Phyllanthus acidus.

Cerme diperkirakan memiliki asal-usul dari Madagaskar. Kini cerme telah menyebar ke berbagai wilayah tropis seperti di Asia Tenggara (Vietnam selatan, Laos, Indonesia dan Malaya bagian utara), kepulauan-kepulauan Mauritius, Réunion dan Rodrigues di Samudra Hindia, serta di Guam, Hawaii dan beberapa kepulauan lain di Samudra Pasifik.

Di tahun 1793, tanaman ini dibawa ke Jamaika dari Timor; dan semenjak itu menyebar luas ke seluruh kepulauan Karibia, diikuti kemudian dengan masuknya ke Amerika Tengah dan Selatan.

Buah Ceremai rasanya masam walaupun sudah masak. Biasanya buah Ceremai dibuat manisan atau sebagai campuran membuat rujak. Warna buah Ceremai putih kekuning-kuningan, baik yang masih muda maupun yang sudah masak. Untuk membedakan mana yang telah masak, cukup dilihat besar kecil buahnya saja. Buah yang masih muda ukurannya lebih kecil.

Nilai Kandungan Gizi Ceremai (per 100 gram porsi makan) adalah 28 kkal energi, 91,7 g air, 0,7 g protein, 6,4 g karbohidrat, 0,6 g serat kasar, kalsium 5 mg, 23 mg fosfor, 0,4 mg besi, 0,01 mg thiamin , riboflavin 0,05 mg dan 8 mg vitamin C (Anon, 1992).

Kandungan Gizi Belimbing Wuluh, Belimbing Sayur, Belimbing Asam


Nama Lokal :
    * Aceh: Limeng ungkot, selimeng,
    * Gayo: selemeng
    * Batak: asom, belimbing, balimbingan
    * Nias: malimbi,
    * Minangkabau: balimbieng,
    * Melayu: belimbing asam,
    * Lampung: balimbing,
    * Sunda: calincing, balingbing,
    * Jawa: blimbing wuluh,
    * Madura: bhalingbhing bulu,
    * Bali: blingbing buloh,
    * Bima: limbi,
    * Flores: balimbeng,
    * Sawu: libi,
    * Sangir: belerang.

Nama Internasional :

Averrhoa bilimbi (nama ilmiah), balimbing, bilimbi, blim-blim, bimbli, belimbing, blimbling, biling, , cucumber tree, kamias, tree sorrel, soure, atau khế tàu.

Liaht juga : Belimbing Manis/Starfruit/carambola



Belimbing sayur, belimbing wuluh, belimbing buluh, atau belimbing asam adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, dan Myanmar. Tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Buahnya yang memiliki rasa asam sering digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu.

Pohon tahunan dengan tinggi dapat mencapai 5-10m. Batang utamanya pendek dan cabangnya rendah. Batangnya bergelombang (tidak rata). Daunnya majemuk, berselang-seling, panjang 30-60 cm dan berkelompok di ujung cabang. Pada setiap daun terdapat 11 to 37 anak daun yang berselang-seling atau setengah berpasangan. Anak daun berbentuk oval.

Kandungan Gizi Belimbing sayur, belimbing wuluh, belimbing buluh, atau belimbing asam per 100 g bagian yang bisa dimakan :
* Kelembaban 94,2-94,7 g
    * Protein 0,61 g
    * Ash 0,31-0,40 g
    * Fiber 0.6g
    * Fosfor 11.1 mg
    * 3.4 mg Kalsium
    * Besi 1,01 mg
    * Thiamine 0,010 mg
    * Riboflavin 0,026 mg
    * Karoten 0,035 mg
    * Ascorbic Acid 15,5 mg
    * Niacin 0,302 mg
sumber nilai gizi belimbih wuluh : http://www.museumstuff.com/learn/topics/Averrhoa_bilimbi::sub::Nutritional_Value_For_100_G_Of_Edible_Portion

Daftar Kandungan Antioksidan Buah dari yang tertinggi sampai yang Rendah


Masih bingung tentang kandungan Antioksidan dari buah yang Anda Makan. Anda memakan buah mungkin karena ingin mengkonsumsi Antioksidan agar Anda dapat hidup lebih lama.

Diet anda bisa menjadi sumber yang kaya antioksidan bermanfaat, anticarcinogens, dan anti-penuaan bahan termasuk vitamin E, beta-karoten, selenium, glutathione, asam askorbat (vitamin C), dan fenol. [Ames1983] Salah satu contoh yang terkenal adalah resveratrol dalam buah anggur yang menunjukkan pencegahan kanker antioksidan, anti-inflamasi, dan sifat antimutagen ini. [Jang1997]

Kekuatan Relatif Antioksidan Beberapa Buah
Daftar Kandungan Antioksidan Buah dari yang tertinggi sampai yang Rendah.

Berikut ini adalah daftar kekuatan antioksidan buah yang berbeda diklasifikasikan dengan metode analitis AEAC seperti yang dijelaskan oleh Leong dan Shui. Kategori  AEAC adalah kekuatan antioksidan relatif buah spesifik didasarkan pada metode uji laboratorium.

Extremely High antioxidant : Sawo ( Manilkara zapota ), Strawberry ( Fragaria virginiana ), Plum ( Prunus domestics )

High antioxidant: Star fruit/Belimbing (Averrhoa carambola L. ), Guava/Jambu Biji (Psidium guajava), Grape 'Flame seedless ( Vitis vinifera ), Salak (Salacca edulis), Manggis/Mangosteen (Garcinia mangostana L.), Avocado/Alpokat (Persea Americana), Orange ( Citrus aurantium ), Mango/Mangga ( Mangifera indica L.), Pepaya varietas Solo (Carica papaya L.), Buah kiwi (Actinidia chinensis)

Medium antioxidant: Cempedak (Artocarpus integer Merr.), Jeruk bali (Citrus grandis), Lemon (Citrus lemon), Nanas (Ananas comosus Merr.), Apple (Malus pumila), Pepaya, kaki panjang (Carica papaya L.), Rambutan (Nephelium lappaceum L.), raja Rambutan (Nephelium mutabile), Pisang (Musa paridasiaca), pulp Kelapa (Cocos nucifera), Tomat (Lycopersicon esculentum)

Low antioxidant: Rockmelon (Cucumis melo var cantalupensis.), Melon/Honeydew (Cucumis melo var inodorus.), Semangka (Citrullus vulgaris), air kelapa (Cocos nucifera).

References:
[Ames1983] Bruce N. Ames, “Dietary Carcinogens and Anticarcinogens, Oxygen radicals and degenerative diseases”, Science V221 N4617 pp1256-1264 1983.
[Jang1997] Meishang Jang, Lining Cai, George O. Udeani, Karla V. Slowing, Cathy F. Thomas, Christopher W.W. Beecher, Harry H. S. Fong, Norman R, Farnsworth, A. Douglas Kinghorn, Rajendra G. Mehta, Richard C. Moon, John M. Pezzuto, “Cancer Chemopreventive Activity of Resveratrol, a Natural Product Derived from Grapes”, Science V275 pp218-220 1997.
[Leong2002] L.P. Leong, G. Shui, “An investigation of antioxidant capacity of fruits in Singapore markets”, Food Chemistry 76 (2002) 69–75.
[Melov2000] Simon Melov, Joanne Ravenscroft, Sarwatt Malik, Matt S. Gill, David W. Walker, Peter E. Clayton, Douglas C. Wallace, Bernard MaLfroy, Susan R. Doctrow, Gordon J. Lithgow, “Extension of Life-Span with Superoxide Dismutase/Catalase Mimetics”, Science V289 N5484 pp1567-1569 2000. 
http://www.health-nutrition-facts.com/fruit-nutrition-facts.html